Memuat tanggal…

Author: Wawan

  • Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR Implementasikan Catur Dharma melalui Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

    Tangerang, 23 Agustus 2026 — Dalam rangka mengimplementasikan nilai Catur Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Program Studi Profesi Apoteker Angkatan 2 Universitas Muhammadiyah A.R. Fachrudin (UNIMAR) melaksanakan kegiatan doa bersama sekaligus santunan anak yatim di Panti Asuhan Aswaja 2085, Minggu, 23 Agustus 2026.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama menjelang pengumuman Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI) yang dijadwalkan pada 25 Agustus 2026.

    Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan memanjatkan doa bagi seluruh mahasiswa Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR.

    Perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan semata-mata tentang pemberian santunan, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar spiritual dengan memohon ketulusan doa dari adik-adik di Panti Asuhan Aswaja 2085 agar seluruh proses penilaian UKMPPAI berjalan lancar.

    “Kami memohon ketulusan doa dari adik-adik semua. Semoga proses penilaian berjalan lancar dan seluruh teman-teman satu angkatan kami dapat dinyatakan lulus 100 persen dengan hasil terbaik pada pengumuman tanggal 25 Agustus nanti,” ungkap perwakilan mahasiswa Apoteker Angkatan 2 UNIMAR.

    Sementara itu, perwakilan pengurus Panti Asuhan Aswaja 2085 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR atas kepedulian dan kehadirannya untuk berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR yang telah berbagi dan memberikan perhatian kepada anak-anak di panti. Semoga apa yang diberikan menjadi amal kebaikan dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Kami juga mendoakan agar seluruh mahasiswa diberikan kelancaran dan memperoleh hasil terbaik dalam pengumuman UKMPPAI nanti,” ujar perwakilan pengurus panti.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memiliki kepedulian sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

    Melalui kegiatan santunan dan doa bersama tersebut, mahasiswa Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR berharap seluruh rangkaian perjuangan dalam menempuh pendidikan profesi dapat berbuah hasil terbaik serta menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di bidang kefarmasian.

    Profesi Apoteker Angkatan 2 UNIMAR berharap seluruh peserta UKMPPAI dapat memperoleh hasil terbaik dan dinyatakan lulus 100 persen.

  • Kepala DLHK Dampingi Bupati Tangerang dalam Peletakan Batu Pertama Gedung Baru UNIMAR

    Tigaraksa, 11 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR) kembali menorehkan langkah penting dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan melalui kegiatan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru UNIMAR yang berlangsung di Kampus UNIMAR, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/8/2026).

    Kegiatan tersebut turut dihadiri dan didampingi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat, serta Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang.

    Turut hadir jajaran Rektorat UNIMAR, Badan Pembina Harian (BPH) UNIMAR, serta unsur terkait lainnya.

    Peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum awal pembangunan gedung baru UNIMAR yang diproyeksikan untuk memperkuat fasilitas pendidikan, laboratorium, serta ruang pengembangan kapasitas mahasiswa dan masyarakat.

    Pembangunan gedung baru ini tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran fasilitas pendidikan yang semakin memadai diharapkan mampu menciptakan ruang bagi lahirnya inovasi, penelitian, pengembangan kompetensi, serta generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

    Kepala DLHK Kabupaten Tangerang, Ujat, menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan UNIMAR yang dinilai terus mengalami kemajuan.

    “Kampus ini bagus karena terus berkembang dan terus maju. Tentunya kita harus bahu-membahu membantu sesuai dengan apa yang diarahkan Pak Bupati, yaitu membantu memperlancar pembangunan, namun tentunya tetap dengan aturan yang sesuai dan sudah ditentukan,” ujar Ujat.

    Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan iklim pembangunan yang mendukung, dengan tetap memastikan setiap proses pembangunan berjalan sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

    “Pak Bupati selalu hadir dan selalu membantu setiap warganya untuk sejahtera, baik dalam hal wawasan, pendidikan, maupun dalam berbagai aspek lainnya,” tambahnya.

    Sinergi DLHK, DPMPTSP dan DTRB dalam Pembangunan UNIMAR

    Kehadiran jajaran DLHK, DPMPTSP, dan DTRB dalam kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Tangerang.

    Pembangunan gedung baru UNIMAR membutuhkan sinergi berbagai sektor, mulai dari aspek perizinan dan pelayanan investasi, tata ruang dan bangunan, hingga pemenuhan aspek lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah daerah berperan memberikan pendampingan serta memastikan pembangunan dapat berjalan lancar dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku.

    Dari sisi lingkungan, DLHK memiliki peran dalam memastikan pembangunan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Aspek seperti pengelolaan limbah, sanitasi, drainase, ruang terbuka hijau, serta pemenuhan ketentuan lingkungan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam pembangunan dan pengoperasian gedung nantinya.

    Sementara itu, aspek tata ruang dan bangunan menjadi bagian penting agar pembangunan gedung UNIMAR selaras dengan ketentuan tata ruang serta standar teknis bangunan yang berlaku. Di sisi lain, pelayanan perizinan menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan kepastian dan kemudahan dalam proses pembangunan sesuai regulasi.

    Sinergi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan dukungan bersama. Perguruan tinggi sebagai pusat ilmu pengetahuan tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat agar pembangunan yang dilakukan memberikan manfaat yang lebih luas.

    Membangun Gedung, Membangun Generasi

    Peletakan batu pertama pembangunan gedung baru UNIMAR menjadi simbol dimulainya sebuah ikhtiar besar. Gedung yang dibangun bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas.

    Diharapkan gedung baru tersebut nantinya dapat menjadi laboratorium pembelajaran, pusat pengembangan keilmuan, inovasi, dan kreativitas mahasiswa serta masyarakat. Dari tempat inilah diharapkan lahir generasi yang mampu menjawab tantangan zaman dan mengambil peran dalam pembangunan Indonesia.

    Pembangunan UNIMAR juga menjadi bagian dari wajah Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang terus berkembang dan memberikan ruang bagi tumbuhnya pusat-pusat pendidikan berkualitas.

    Dengan kolaborasi antara UNIMAR dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat berjalan secara tertib, lancar, sesuai regulasi, serta tetap mengedepankan prinsip pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Peletakan batu pertama hari ini bukan hanya tentang membangun gedung, tetapi tentang membangun ruang untuk ilmu, membangun generasi, dan menyiapkan masa depan Indonesia yang lebih baik

  • Peletakan Batu Pertama Gedung Baru dan Pisah Sambut BPH UNIMAR, Teguhkan Komitmen Membangun Pendidikan dan Masa Depan Generasi Muda

    Kabupaten Tangerang, 11 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR) menggelar kegiatan Peletakan Batu Pertama Gedung Baru UNIMAR sekaligus Pisah Sambut Badan Pembina Harian (BPH) UNIMAR Periode 2022–2026 kepada BPH Periode 2026–2030 pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR), Kabupaten Tangerang.

    Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNIMAR dalam menandai dimulainya pembangunan gedung baru sekaligus menjadi bagian dari proses estafet kepemimpinan dan pengabdian Badan Pembina Harian UNIMAR.

    Peletakan batu pertama tidak hanya dimaknai sebagai dimulainya pembangunan infrastruktur kampus, tetapi juga sebagai simbol dimulainya babak baru UNIMAR dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pemberdayaan generasi muda.

    Dalam kegiatan tersebut, jajaran BPH UNIMAR periode 2022–2026 secara resmi menyerahkan estafet pengabdian kepada jajaran BPH UNIMAR periode 2026–2030. Momentum tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi jajaran BPH sebelumnya sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membawa UNIMAR semakin maju.

    Rektor UNIMAR Apt. Drs. Jaka Supriyanta, M.Farm. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru merupakan bagian dari langkah strategis UNIMAR untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat, khususnya generasi muda.

    “Bangunan baru ini akan kita jadikan gedung guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas masyarakat, terkhusus anak muda. Perubahan besar ini akan dicetuskan dari kampus UNIMAR ini,” ujar Rektor UNIMAR.

    Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat terus memberikan dukungan terhadap perkembangan UNIMAR dan kemajuan pendidikan di Kabupaten Tangerang.

    “Kami memohon kepada Bapak Bupati untuk turut membantu jalannya perkembangan pendidikan. Terlebih Bapak Bupati saat ini juga sudah menjadi bagian dari keluarga besar UNIMAR sebagai Badan Pembina Harian periode 2026–2030,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua BPH UNIMAR Prof. Dr. H. Noor Rochman Hadjam, S.U., Psikolog, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran BPH UNIMAR periode 2022–2026 atas seluruh dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.

    “Terima kasih banyak kepada jajaran Badan Pembina Harian periode 2022–2026 yang sudah mendedikasikan dan mengabdikan diri untuk UNIMAR. Sedikit banyaknya perkembangan UNIMAR hari ini ada tangan-tangan Bapak semua,” ungkapnya.

    Ia juga mengajak jajaran BPH UNIMAR periode 2026–2030 untuk bersama-sama melanjutkan perjuangan dan meningkatkan kualitas UNIMAR.

    “Mari kita terus membangun dan mengembangkan UNIMAR supaya lebih baik. Banyak sekali tenaga dan pemikiran baru yang masuk pada jajaran BPH ini, di antaranya Bupati Tangerang, Muptahudin dan Dr. Suhardi. Mari kita tingkatkan kualitas pendidikan ini untuk kesejahteraan kita pada masa depan dan anak-anak kita nanti,” tuturnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang juga menyampaikan komitmennya terhadap pengembangan UNIMAR. Ia berharap UNIMAR mampu melahirkan mahasiswa dan lulusan yang berprestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

    “Kita bangun kampus UNIMAR untuk bisa mencetak mahasiswa yang berprestasi, tentunya untuk kemajuan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” ujar Bupati Tangerang.

    Sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan UNIMAR, Bupati Tangerang juga menyampaikan kita semua harus kontribusibesar untuk pembangunan gedung baru UNIMAR.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama gedung baru UNIMAR yang menjadi simbol dimulainya pembangunan sekaligus harapan baru bagi perkembangan kampus.

    Pembangunan gedung baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengembangkan berbagai program peningkatan kapasitas masyarakat, pelatihan, pengembangan kreativitas, kewirausahaan, serta penguatan kompetensi generasi muda.

    Sementara menurut sekretaris BPH UNIMAR Dadang Burhanudin, BPH UNIMAR periode 2026-2030 setelah kegiatan serah terima jabatan BPH dilanjut dengan rapat koordinasi perdana dengan membangun komitmen BPH untuk memajukan UNIMAR yang lebih baik dengan tantangan yang dihadapi dan membangun komitmen untuk mendampingi Rektorat sesuai tupoksi dan pedoman penyelenggaraan perguruan tinggi Muhammadiyah.

    Momentum 11 Agustus 2026 ini menjadi catatan penting dalam perjalanan UNIMAR. Di satu sisi, UNIMAR memberikan penghormatan atas pengabdian BPH periode 2022–2026. Di sisi lain, UNIMAR menyambut energi dan gagasan baru dari BPH periode 2026–2030.

    Bukan sekadar membangun gedung, tetapi membangun ruang bagi lahirnya gagasan, mencetak generasi unggul, dan menyiapkan masa depan.

    Dari Kampus UNIMAR, semangat perubahan terus dinyalakan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Kabupaten Tangerang, persyarikatan Muhammadiyah, dan bangsa Indonesia.


  • Bertelur ke pantai – Ancaman bagi Penyu

    Bertelur ke pantai – Ancaman bagi Penyu

    🐢 Bertelur ke Pantai: Momen Paling Rentan bagi Penyu

    Setiap tahun, penyu betina kembali ke pantai tempat mereka menetas untuk bertelur. Perjalanan ini bisa mencapai ratusan bahkan ribuan kilometer. Namun, saat tiba di pantai, justru mereka menghadapi berbagai ancaman yang mengancam kelangsungan hidupnya.

    Beberapa ancaman yang sering dihadapi penyu saat bertelur antara lain:

    🌊 Sampah di pantai
    Sampah plastik dan limbah lainnya dapat menghalangi penyu saat naik ke pantai atau bahkan membuat mereka terluka.

    💡 Cahaya buatan
    Lampu dari permukiman, hotel, atau kendaraan dapat mengganggu penyu saat mencari lokasi bertelur. Tukik yang baru menetas pun bisa tersesat karena mengikuti cahaya, bukan menuju pantulan cahaya laut.

    🚶 Aktivitas manusia
    Keramaian, suara bising, dan kendaraan di pantai dapat membuat penyu merasa terganggu hingga membatalkan proses bertelur.

    🥚 Perburuan telur
    Pengambilan telur penyu secara ilegal masih menjadi ancaman di beberapa daerah, sehingga mengurangi peluang lahirnya generasi penyu berikutnya.

    🐕 Predator dan hewan liar
    Anjing liar, biawak, kepiting, hingga predator alami lainnya dapat memangsa telur maupun tukik yang baru menetas.
    Apa yang bisa kita lakukan?

    •  

    penyu bertelur

    • Tidak membuang sampah di pantai.

    • Mengurangi penggunaan lampu di sekitar pantai pada malam hari, terutama di kawasan peneluran.

    • Tidak mengganggu penyu yang sedang naik ke pantai atau bertelur.

    • Tidak membeli atau mengonsumsi telur penyu.

    • Mendukung upaya konservasi dan menjaga kebersihan pantai.


    Melindungi penyu bukan hanya tentang menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dengan pantai yang aman, penyu memiliki kesempatan lebih besar untuk bertelur dan melanjutkan siklus kehidupannya.

    🐢 Mari jaga pantai, lindungi penyu, dan pastikan generasi mendatang masih bisa menyaksikan keajaiban penyu kembali ke pantai untuk bertelur. 🌊💙